Ketua PKS Kampar Sambangi Kediaman Buya Zulhermis, Perintis Partai yang kini Terbaring Sakit Senin, 11/05/2026 | 19:29
Dokumentasi
Ketua DPD PKS Kampar Fahmil bersama rombongan menjenguk Buya Zulhermis, Ketua pertama PK/PKS Kampar di kediamannya, Senin (11 Mei 2025). Kunjungan tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi momentum mengenang jejak perjuangan dakwah politik yang pernah dirintis Buya sejak masa awal berdirinya partai di Kabupaten Kampar.
Dalam suasana sederhana namun sarat makna itu,istri Buya Zulhermis, Bu Marta mengungkapkan perjalanan dan perjuangan sang suami dalam politik dan dakwah.
"Waktu itu Buya pernah ditawari menjadi Ketua Golkar. Beliau menolak. Dari PAN pun pernah datang tawaran, dan kembali beliau menolaknya. Kata beliau, nanti akan ada partai bernama PK yang dideklarasikan. Itu partai dakwah. Saya ingin mendukungnya," tutur Bu Marta kepada rombongan yang hadir.
Pilihan itu kemudian menjadi bagian penting dari sejarah awal perjuangan PKS di Kabupaten Kampar. Pada tahun 1999, saat jalan perjuangan dakwah politik masih sunyi, terjal, dan penuh ketidakpastian, Buya Zulhermis dipercaya menjadi Ketua pertama PK/PKS Kampar.
Kini, tokoh yang dahulu berdiri di barisan terdepan perjuangan itu tengah terbaring sakit. Sudah hampir setahun lamanya beliau menjalani kondisi tersebut.
Di hadapan para tamu yang datang menjenguk, Buya tampak masih menyimak percakapan yang mengalir di sekelilingnya. Sesekali bibirnya bergerak perlahan, seakan hendak menyampaikan sesuatu. Namun yang terdengar hanyalah sunyi. Hening yang menyelimuti ruangan. Matanya tampak berkaca-kaca.
Beliau kini tak lagi berbaring di kamar, melainkan di sebuah ruang yang disulap menjadi tempat peristirahatan, tertutup gorden sederhana. Di ruangan itu, kitab-kitab memenuhi lemari, sesak berjejer mengelilingi tempat tidurnya. Kitab-kitab tersebut seolah tetap setia menemani hari-harinya, menjadi saksi bisu perjalanan panjang dakwah yang pernah beliau rawat dengan sepenuh jiwa.
Di rumah itulah Ketua pertama DPD PKS Kampar kini berdiam. Dan di rumah itu pulalah sekretariat pertama DPD PKS Kampar dahulu pernah berdiri.
Bagi Fahmil dan rombongan, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan juga pengingat tentang akar perjuangan yang telah ditanam para pendahulu. Rumah sederhana itu menyimpan jejak awal sebuah perjuangan-sebuah pengingat bahwa dakwah besar sering kali bertumbuh dari orang-orang yang memilih istiqamah.